Minggu, 13 September 2009

Analisa Jasa Pengiriman

ANALISIS INDUSTRI JASA PENGIRIMAN
DI YOGYAKARTA

1. LATAR BELAKANG
Distribusi barang dan informasi yang cepat adalah salah satu kebutuhan yang menjadi keharusan dalam segala zaman. Perkembangan zaman dan alat transportasi menjadi elemen penting dalam bisnis jasa courier ini. Dua hal yang paling penting dalam bisnis transportasi adalah waktu dan keamanan.
Globalisasi membuka kesempatan bagi bisnis ini untuk berkembang. Bahkan belakangan ini trend untuk menghilangkan kegiatan yang bukan inti bisnisnya melanda dan diterapkan oleh perusahaan-perusahaan multinasional, dan kesibukan diluar inti bisnisnya tersebut mulai digeser dan dialihkan –out source- ke perusahaan lain yang spesialis.
Jasa pengiriman atau logistik mulai dilirik sebagai alternatif out source untuk melakukan proses pengiriman dan penyimpanan, HSBC (Hongkong South Bank Corporation) dalam industri perbankan mulai mengalihkan pengiriman kartu kredit dan surat tagihan kartu kredit ke NCS (Nusa Card Semesta) yang merupakan perusahan pengiriman inter city atau City kurir yang melayani pengiriman paket ataupun dokumen untuk tujuan dalam kota.

Pada awal tumbuhnya bisnis jasa pengiriman dikuasai oleh Kantor Pos dan Giro dan beberapa pemain besar dunia seperti DHL yang bekerja sama dengan perusahaan lokal. Pada perkembangan berikutnya mulai bermunculan merk-merk dagang lokal seperti TIKI, JNE, Pandusiwi, dan Indo Express mulai menumbangkan dominasi DHL di dalam negeri. Adapun kunci dalam bisnis ini adalah kecepatan layanan. Oleh karena itu pemilihan alat transportasi menjadi sangat vital, sementara itu di Indonesia alat transportasi yang tercepat saaat ini adalah pesawat terbang.
Perkembangan yang ada di bisnis jasa transportasi ini menunjukkan adanya prospek yang baik. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa demand jasa transportasi diproyeksikan akan semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan industri yang akan menjadi konsumen pengguna jasa transportasi. Kondisi tersebut telah menarik minat banyak investor untuk melakukan investasi di bisnis ini.
Saat ini data yang ada di ASPERINDO – sebagai asosiasi yang dibentuk sebagai perkumpulan jasa pengiriman – mencatat jumlah anggotanya ada sebesar lebih dari 500 perusahaan pemegang SIPJT atau sekitar 2000 cabang perusahaan yang tersebar di 27 propinsi. Secara keseluruhan jumlah anggota itu terbagi menjadi 3 kategori, yaitu :
a. Kompartemen International : perusahaan - perusahaan yang melayani pengiriman dan penerimaan barang/dokumen ke dan dari Luar Negeri.
b. Kompartemen Domestik : perusahaan - perusahaan yang melayani pengiriman dan penerimaan barang/dokumen untuk seluruh wilayah Indonesia.
c. Kompartemen Intra Kota : perusahaan - perusahaan yang melayani pengiriman dalam kota/City Courier.

Bahkan masih banyak lagi perusahaan sejenis yang beroperasi tanpa ijin di hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain dari jenis jasa berdasarkan wilayah operasionalnya jasa pengiriman juga dapat dikategorikan berdasarkan barang yang dikirimkan.
Perusahaan – perusahaan jasa pengiriman yang menjadi anggota Asperindo tidak semua mempunyai jaringan distribusi sendiri. Hanya beberapa yang mempunyai cabang ataupun agen yang tersebar di pelosok nusantara. Untuk menutupi kelemahan distribusi di daerah – daerah minus atau sulit mereka menggunakan pihak ketiga atau perusahaan lokal yang bergerak dibidang yang sama. Di yogyakarta sendiri hanya sekitar 15 jasa pengiriman yang membuka cabang secara resmi sedangkan yang lainnya menggunakan jasa perusahaan lokal.
Dalam merangkul perusahaan jasa pengiriman lokal dilakukan dengan 2 metode :
1. Agen Penerus
Agen menerima barang dan mendisitribusikan barang tersebut di wilayah distribusinya dengan system handling (dibayar per kg per alamat). Proses arus barang hanya dari Perusahaan pengirim ke Agen Penerus.
2. Cabang Otonom
Cabang otonom bisa dikatakan berfungsi seperti cabang asli namun dari sisi pembiayaan dan manajemen diatur sendiri oleh cabang. Arus barang terjadi bolak-balik dari Pusat ke Cabang Otonom dan dari Cabang Otonom ke Pusat. Namun untuk brand name yang dipakai Cabang Otonom menggunakan milik perusahaan induk berikut ijin-ijin yang diperlukan seperti SIPJT (Surat Ijin Perusahaan Jasa Titipan) dan bisa menggunakan jalur distribusi perusahaan induk.

Keberadaan agen ini mampu menutup beberapa celah kekuranagn dari perusahaan jasa pengiriman terlebih dalam proses distribusi karena perusahaan lokal lebih mengenal daerah distribusinya.
Makin hilangnya batasan wilayah yang menjadikan proses pengiriman lewat udara dibarengi dangan kapasitas daya angkut yang makin besar menyebabkan beberapa perusahaan dan komoditas tertarik untuk beralih menggunakan pengiriman udara dibandingkan dengan pengiriman darat dan laut, terutama untuk produk-produk yang life cycle nya cepat seperti buah, ikan, dan sayur. Pengiriman benur dari Yogyakarta ke Tarakan hampir tiap hari mendominasi cargo di bandara Adi sucipto bahkan mencapai 5 Ton per harinya, Cabe dari Jogja ke Batam juga mendominasi cargo di Lion Air bahkan menutup bagi cargo lain untuk diberangkatkan.
Ternyata pertambahan tersebut tidak seimbang dengan permintaan yang ada, sering terjadi over load di beberapa daerah tujuan terutama daerah Makasar, Batam dan Papua. Disini yang harus dicermati oleh perusahaan jasa pengiriman untuk melakukan strategy transit dan pengaturan jalur.
Kebutuhan distribusi baik masyarakat maupun perusahaan semakin menuntut perusahaan jasa pengiriman meningkatkan servicenya, kecepatan distribusi sekarang tidak hanya menjadi tuntutan namun kejelasan dan informasi arus barang sangat dibutuhkan untuk mengetahui status barang. Selain itu elemen harga jasa juga menjadi pertimbangan namun tidak terlalu berpengaruh. Harga yang berkembang di dunia ini hampir seragam dan dikendalikan oleh peraturan pemerintah dan ASPERINDO adanya batasan Bottom membuat perusahaan jasa pengiriman bermain dilevel ini, karena bias berakibat dicabutnya izin berlaku perusahaan.


2. RUMUSAN MASALAH
Saat ini RUU tentang Pos sedang dikerjakan oleh Departemen Pos dan Telekomunikasi bersama DPR. Pembahasan yang dilakukan salah satunya meliputi aturan main bagi penyelenggara jasa pengiriman . Hal tersebut nantinya diprediksikan akan menyebabkan perubahan peta persaingan di industri jasa pengiriman, mengingat dalam RUU baru berencana membuka kesempatan baru bagi jasa pengiriman, standarisasi layanan serta harga dalam hal pengiriman surat dibawah 500 gram. Hal ini merupakan perubahan aturan pemerintah yang selama ini cenderung memberikan fasilitas monopoli kepada Kantor Pos dan standarisasi layanan serta harga, mulai memberikan angin segar bagi perusahaan jasa pengiriman.
Ancaman serbuan perusahaan asing agaknya belum terlalu besar karena masih tertutupnya industri ini bagi investor asing dengan adanya RUU yang baru diajukan dalam pasal 10 bagian keempat menerangkan bahwa penyelenggara asing hanya bisa bermain di Indonesia hanya sebatas kepemilikan modal atau kerjasama permodalan dengan perusahaan lokal. Kondisi tersebut bias menjadi fasilitas perlindungan dari pemerintah terhadap para pebisnis lokal (dalam negeri).
Standarisasi layanan serta harga yang ditetapkan diharapkan dapat mendorong perusahaan agar mempunyai competitive advantage untuk menjadi pilihan bagi pengguna jasa. Untuk menciptakan formulasi dan perencanaan strategis diperlukan analisis lingkungan eksternal, analisis persaingan yang berfokus pada loyalitas dan kepuasan pelanggan, serta analisis lingkungan industri yang berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi operasional dan biaya produksi yang berpengaruh pada profitabilitas perusahaan.

3. TUJUAN PENELITIAN
1. Menganalisa struktur industri dan intensitas jasa pengiriman di Indonesia pada umumnya serta di Yogyakarta pada khususnya.
2. Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri jasa pengiriman saat ini, sehingga hambatan dan kendala yang muncul akibat pergantian peraturan perundangan pos dapat diantisipasi secepat mungkin, utamanya di wilayah Yogyakarta.
3. Menilai potensi pasar serta prospek perkembangan industri jasa pengiriman di Yogyakarta.

4. MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini memberikan kerangka pemahaman teori dan praktek manajemen strategik, selain itu juga memberikan gambaran komperehensif dalam perubahan arena industri yang terjadi dalam industri jasa pengiriman di Indonesia akibat berlakunya aturan main baru dalam industri jasa pengiriman.
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi semua elemen yang terkait dalam industri dunia jasa pengiriman, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dunia usaha jasa pengiriman di Indonesia.

5. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan beberapa metode yang menjelaskan bagaimana proses penelitian dilaksanakan serta langkah-langkah dalam pencarian dan pengolahan data.
a. Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dapat dipercaya kebenarannya yang dapat memberikan gambaran mengenai permasalahan secara keseluruhan. Untuk menutupi kekurangan data sekunder juga digunakan data primer melalui wawancra langsung dengan praktisi-praktisi dunia jasa pengiriman.
b. Analisis Data
Analisa data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif yaitu dengan melakukan analisis lingkungan makro industri jasa pengiriman dan analisis persaingan industri serta analisis loyalitas konsumen.


6. ALAT ANALISIS
Untuk memudahkan penulis dalam mengarahkan analisa, maka kerangka analisis dirumuskan sebagai berikut :

Gambar 1. Kerangka Analisis

Analisis Lingkungan Industri

Analisis Analisis Lingkungan Struktur Industri
Makro - Karakteristik Industri
- Persaingan




Driving Forces Analisis Persaingan Segmentasi Industri
- Pertumbuhan - Porter’s Five Force - Segmen Produk
Ekonomi - Segmen Pembeli
- Infra Struktur
- Tekhnologi
- Regulasi
Pemerintah


Key Success Factor



Analisis Lingkungan Makro
Kondisi lingkungan makro sedikit banyak berpengaruh pada strategi yang akan dipakai perusahaan dalam melakukan perjalanan bisnisnya, perusahaan harus mampu menarik factor-faktor eksternal menjadi variable kunci dalam sebuah daftar panjang baik peluang maupun ancaman dari factor lingungan eksternal. Sebelum melakukan analisis lingkungan eksternal seperti dikatakan Fred R. David, perusahaaan selayaknya melakukan audit eksternal unuk mengenali variable kunci yang menawarkan respon yang dapat dilakukan.
Dalam analisis lingkungan eksternal dapat dikategorikan menjadi lima kategori besar, (1) Kekuatan Ekonomi (2) Kekuatan Sosial, Budaya, Demografi, dan Lingkungan (3) Kekuatan Politik, Pemerintahan, dan Hukum (4) Kekuatan Tekhnologi (5) Kekuatan Pesaing.
(1) Kekuatan Ekonomi
Faktor uatama dari kekuatan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi, pasar, nilai kurs/tukar, tingkat bunga, dan kondisi industri. Factor-faktor tersebut mempunyai dampak langsung pada daya tarik potensial dari berbagai strategi.
(2) Kekuatan Sosial, Budaya, Demografi, dan Lingkungan
Kecenderungan social, budaya, demografi dan lingkungan membentuk pola hidup masyarakat akan mempengaruhi kinerja dan pasar dan tingkat konsumsi suatu masyarakat.

(3) Kekuatan Politik, Pemerintahan dan Hukum
Alokasi kekuasaan dan hukum membentuk peraturan dan cara main industri dalam suatu Negara. Pola-pola industri sangat ditentukan oleh peraturan-peraturan yang nota bene merupakan hasil dari system pemerintahan yang mempunyai kekutan memaksa.
(4) Kekuatan Tekhnologi
Tekhnologi menghasilkan penemuan-penemuan yang bisa digunakan sebagai pemecah masalah. Kemajuan tekhnologi akan membantu perusahaan dalam efisiensi kerja dan keteraturan serta informasi yang lebih cepat dan handal, walaupun cost yang diperlukan cukup tinggi untuk menginstal tekhnologi, namun beberapa aspek tertentu sangat tergantung dengan tekhnologi.
(5) Kekuatan Persaing
Mengetahui keadaan dan kekuatan pesaing sangat penting dalam merumuskan startegi. Persaingan dalam industri menuntut perusahaan untuk terus mobile dan meningkatkan kinerjanya jika mau tetap eksis. Dengan melihat kekuatan persaingan perusahaan mampu mensejajarkan diri dengan pesaing dan mencari lubang- lubang yang bisa dimasuki dalam pemilihan strategi.

Analisis ini digunakan sebagi awal penelitan untk mengkategorikan industri dan melihat industri dalam ruang lingkup luas serta mencari factor-faktor yang berpengaruh dalam industri.

Analisis Struktur Industri
Analisis struktur industri digunakan untuk memetakan industri dalam bagian-bagian kecil meliputi karakteristik dan persaingan yang terjadi dalam industri ini. Pemilahan tersebut akan memberikan masukan bagi perusahaan untuk bergerak di level mana yang akan dimasuki dan mampu bersaing didalamnya. Banyak factor yang sangat berpotensi memiliki pengaruh dalam persaingan industri, namun tidak semua factor penting utnuk dicermati. Framework yang dibentuk selayaknya dapat dijadikan acuan atau focus strategi yang digunakan.
Analisis ini melanjutkan hasil analisis lingkunan makro untuk melihat posisi industri dan meraba peluang di industri ini dengan melihat karakteristik industri dan persaingan yang terjadi dalam industri ini.

Driving Forces
Driving Forces adalah faktor-faktor yang memiliki pengaruh terbesar dalam industri sehingga mampu mengubah struktur industri secara keseluruhan (Thompson, Jr & Strickland III, 1999).
Langkah-langkah yang diambil dalam analisis driving forces adalah :
- Mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi driving forces dalam industri
- Memperkirakan efek perubahan yang terjadi dalam industri akibat terjadinya faktor – faktor tersebut.

Porter’s Five Forces Model
Pendekatan ini memberikan gambaran persaingan dalam industri. Dengan analisis ini diharapkan perusahaan mampu mengetahui intensitas persaingan dan profitabilitas dalam industri ini, serta mengetahui kekuatan yang paling berpengaruh dalam perumusan strategi suatu industri (David, 2001).
Analisa ini berpijak pada paparan porter yang melihat kekuatan bersaing yang sebagai fungsi dari struktur industri. Kelima aspek tersebut adalah (Fred R David, 2002) :
1. Perseteruan di antara perusahaan yang bersaing
2. Entry potensial dari pesaing baru
3. Pengembangan potensial dari produk pengganti
4. kekuatan menawar dari pemasok
5. kekuatan menawar dari konsumen


Gambar 3. Model Lima Kekuatan Bersaing

Pengembangan potensial dari produk pengganti

Kekuatan Menawar Perseteruan diantara Kekuatan menawar
Dari pemasok Perusahaan yang Dari Konsumen
Bersaing


Entri Potensial dari pesaing baru
Sumber : Manajemen Strategis Konsep, Edisi Ketujuh, Fred R. David, 2002

Segmentasi Industri
Segmentasi industri digunakan untuk memilah industri menjadi sejumlah segmen yang diperlukan untuk mendukung dan menyumbang pada strategi bersaing (Porter, 1993).
Dalam melakukan pemilahan atau segmentasi industri dimulai dengan menguraikan beberapa faktor yang mendasari pembentukan segmen industri serta indikatornya. Dalam penelitian ini variable segmentasi yang dipakai adalah :
- Segmen Produk
- Segmen Pembeli

Key Success Factors
Digunakan untuk menganalisa faktor-faktor yang dapat menjadi kunci keberhasilan dalam industri jasa pengiriman dalam menghadapi RUU Postel 2004.
Key Success Factors dapat diukur dr data objektif setiap perusahaan dalam suatu industri (Grunert & Ellegard, 1992), selain itu juga merupakan hasil intisari dari analisis lingkungan eksternal dan Five Forces.


7. SISTEMATIKA PENULISAN
Dalam penelitian ini dibagi dalam 5 bab, yaitu :
- Bab I Pendahuluan, pada bab ini membicarakan latar belakang masalah dalam penelitian ini, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian dan alat analisis serta sistematika penulisan.
- Bab II Landasan teori, pada bab ini membicarakan tentang teori-teori yang dipakai yang mendukung dan melandasi penelitian ini.
- Bab III Gambaran umum industri jasa pengiriman, pada bab ini akan menceritakan perkembangan industri jasa pengiriman di yogyakarta dalam menghadapi tantangan RUU POSTEL 2004.
- Bab IV Analisis, pada bab ini akan menguraikan pembahasan dan analisa data yang berhubungan dengan jasa pengiriman yang dapat menjelaskan permasalahan yang diangkat.
- Bab V Kesimpulan dan Saran, pada bab ini akan menyarikan hasil analisa yang dilakukan dan merumuskan dalam suatu hasil kesimpulan dan saran-saran yang bisa diberikan kepada pelaku bisnis jasa pengiriman.

2 komentar:

  1. bisa dishare hasil dari analisisnya? jika bisa dikirim japri, tentu lebih baik. terima kasih. kakangmas@gmail.com

    BalasHapus
  2. saya juga mau donk, ke: bowo153@gmail.com

    BalasHapus